Ranting Emas 8…
August 13, 2008 by untouch
Pas bener momentnye..ranting emas udah sampe ke 8, gue ulang tahun tanggal 8 tahun ini tahun 2008. Yang belum tahu apa itu ranting emas coba di buka-buka kembali blog gue ke belakang nah disitu lo bisa liat dari atu ampe ketujuh. Bagi yang ga berminat silahkan tutup aje nih blog oke?setuju? Baik kita lanjutkan ceritanya. Cerita terakhir ketemu sama ikan paus yang terdampar dan misteri mata pengawas yang belum terpecahkan. Si Rocky dan Siti mendekati ikan paus tersebut. "Kenapa Pak Paus?" tanya Rocky."Aduh..tolongin saya..uff..uff..fuuuhh..uff..uff..fuuuhh..saya..uff..uff..fuuuhh.. terdampar..karena..uff..uff..fuuuhh..ombak yang sedang..uff..uff..fuuuhh..mengganas..fuuuhhh..,jawab paus sambil menarik napas yang panjang karena susahnya ia bernafas.
"Ya sudah Bapak istirahat dulu disini nanti saya cari bantuan menelusuri pantai ini barangkali ada sesuatu yang bisa membantu bapak", ujar rocky bijaksana. "Ayo ti kita harus cari bantuan buat bapak paus ini supaya dia bisa kembali kelaut", ajak Rocky."Tapi..",kata Siti.
"Biarkan saja bapak paus ini istirahat dulu..emang kamu bisa ngangkat bapak ini terus dibawa ke laut? " tanya Rocky.
Si Siti tangannya eh sayapnya di seret mengikuti rocky. Si Siti cuman bengong memandangi bapak Paus itu dengan kasihan. Si Rocky emang kebangetan Paus itu kan sejenis ikan yang ga sanggup lama-lama di darat. Kalau dia ninggalin lama si paus bisa-bisa si paus makin cepat koitnya.
Si Rocky dan Siti akhirnya meninggalkan Pak Paus yang sedang megap-megap. Pak Paus akhirnya pingsan. Hingga beberapa menit lamanya si Rocky ga muncul-muncul juga, mata yang sedari tadi mengawasi rocky dengan secepat kilat mendatangi Pak Paus. Lalu dengan sekuat tenaga pasir-pasir yang ada di samping pak paus di gali supaya air bisa mengalir dan bisa membawa pak paus kembali ke laut. Ketika air sudah mulai mengalir, Si Rocky dan Siti dari kejauhan datang menghampiri si paus tersebut. Si Mata pengawas ini melihat Rocky, lalu dengan secepat cahaya ( biar lebih cepat dari kilat..he..he..he..)lari ke belakang pohon.
"Susah juga nyari bantuan di tengah-tengah pantai gini, ga ada satupun yang mau bantuin kita padahal saya udah teriak dengan sekencang-kencangnya",Rocky berkata pada Siti.
Siti cuman ngangguk sambil mulutnya komat-kamit dalam hati, mudah-mudahan Pak Paus ga out..
Sampai di dekat pak paus, Si Rocky tiba-tiba menemukan ide, "Ti kenapa kita ga gali aje pinggiran dari tubuh pak paus jadi air bisa mengalir dan membawanya ke laut?" ujar Rocky semangat. Yah si Rocky kemana aja sih pas pak paus udah sekarat baru keluar idenya. Jangan ikutin PLN dong lemot kalo nyalain listrik di Medan. Lho apa hubungannya??(soalnya setahu penulis ide suka diidentikan dengan lampu bohlam kali aje si Rocky ikut kena pedaman bergilir jadi dia agak lemot berfikir,he..he..he..-red). Siti udah ga ngedenger apa kata si Rocky, dia langsung menggali pinggiran tubuh pak paus. Rocky berkata dalam hati."Siti emang cocok jadi pendampingku buktinya belum selesai mengeluarkan ide Siti langsung berbuat sesuai dengan pikiranku, oh my soulmate…".(Gubrak!! Dasar cowok dodol-red). Rocky ikut menggali. Pak Paus mulai membuka matanya perlahan. Dia merasakan air sudah membasahi tubuhnya. Ora..eh burung yang pertama ia lihat adalah Rocky. "Pemuda yang baik hati",gumam pak paus. Pak Paus ga tahu aja padahal bukan Rocky burung yang pertama nolong pak paus. Rocky dan Siti beruntung karena ombak juga membantu mereka. Tidak sampai satu jam akhirnya Pak Paus bisa kembali ke laut. Pak Paus senang bukan main. Matanya berbinar-binar ga karuan..air matanya membasahi pipinya..(Tunggu..inikan ceritanya dilaut bukannya seluruh tubuhnya emang udah basah, jadi bukan cuma pipinya aja kan??-red). Pak Paus mengucapkan beribu eh dua kali (kalo ampe seribu mana kelar nih cerita??-red) terima kasih ke Rocky sama Siti. "Apa yang bisa saya bantu untuk membalas kebaikan adek-adek ini",pinta pak paus. "Ga usah pak paus kami ikhlas kok membantu bapak", jawab si Rocky. Siti langsung teringat dengan tujuannya. "Begini Pak Paus, Kami sedang dalam misi mencari ra..eh maksud saya kami ingin menyeberang laut ini cuman kalau kami terbang, kami tidak sanggup pak soalnya dari sini saja tidak kelihatan ujungnya. kami takut ketika kami berada di tengah-tengah kami kelelahan dan jatuh ke laut."jelas Siti panjang lebar. "Kiranya pak Paus bisa mencari solusi buat kami, Kalau pak paus punya perahu yang bisa membawa kami menyeberang kami akan sangat berterima kasih sekali".
"Hoo..hoo..hoo..jadi itu masalah kalian. Saya tidak punya perahu untuk mengangkut kalian tapi kalian bisa naik ke punggungku dan saya akan membawa kalian ke ujung laut ini, bagaimana?"tawar pak paus.
Rocky yang baru sadar kalau dia lagi punya masalah langsung mengangguk setuju. Siti berkata, "Terima kasih pak paus. Apakah itu tidak merepotkan pak paus?".
"Hoo..hoo..hoo..sama sekali tidak. Bantuan saya tidak sebanding dengan bantuan kalian tadi"jawab pak paus.
"Ayo naik ke punggung saya"
Akhirnya Si Rocky dan Siti naik ke punggung Pak Paus. Mata yang mengawasi Rocky tersenyum senang. "Selamat tinggal anakku, selamat berjuang",ujar si mata itu.
Rocky dan Siti mulai menyebrangi laut merah.
Bagaimana kelanjutan petualangan si Rocky dan Siti ini. Siapakah sebenarnya mata pengawas itu. Tantangan apalagi yang dihadapi si Rocky dan Siti? Nantikan kelanjutannya di Ranting Emas 9. Nah pembaca berhubung udah malem sampai disini dulu ye..See u tomorow..:)