Hati-hati dengan perangkap setan
July 5, 2008 by untouch
Melihat judul diatas mungkin sepintas kita ingin menghukum setan dengan perangkapnya. Gue ga berniat seperti itu karena menghukum setan adalah urusan Tuhan bukan urusan gue. Gue pengen win-win solution artinya gue ga terperdaya dengan perangkap setan dan setan pun bisa melaksanakan tugasnya menjerat manusia. Gue bisa bilang seperti itu karena gue tahu setan lebih lama hidupnya dari kita, gue ga bakalan bisa melawannya karena mereka lebih berpengalaman dari gue yang baru hidup hitungan puluhan tahun dengan mereka yang ribuan atau bahkan jutaan tahun. Mungkin bagi sebagian orang berfikir kita harus melawannya, menurut gue percuma kita melawannya karena semakin dilawan semakin mereka senang. Mereka tertantang dengan kita. Gue pernah mencoba untuk melawannya tapi justru gue termakan dengan ucapan gue sendiri. jadi percuma…
Tahukah kalian perangkap setan itu seperti apa? Mereka tahu kelemahan kita adalah hati/perasaan karena mereka tidak memiliki itu jadi mereka menjadikan hati kita sebagai perangkapnya. Gue juga bukan menganjurkan buat bersabar yang diam terus melihat ketidakadilan..bukan seperti itu. Tapi yang ingin gue bilang disini jangan mendramatisir masalah, percayalah ga ada gunanya..memang sulit tapi mereka sudah menang satu kosong dengan kita. Gue ga bisa tapi gue akan belajar..Insya Allah, begitu juga dengan kalian yang membaca blog gue ini. Gue juga baru sadar dengan hal ini makanya gue langsung menulis blog ini.
Contoh : Ini cerita tentang sahabat yang tadinya akrab sampai kedua orang tua mereka pun saling kenal. Gue juga ga tahu apa penyebabnya tiba-tiba Salah satu dari kedua sahabat itu memukul sahabatnya sendiri di tempat umum sampai berdarah-darah. Tahu ga kalian dibelakang orang itu setan tertawa terbahak-bahak. Gue ga menyalahkan setan dengan tertawanya. Memang sifat setan seperti itu. Mereka berhasil, kawan…gue bisa menebak hati kedua orang itu sudah dipengaruhi oleh mereka.
Dengan mudahnya mereka bisa mempengaruhi hati kita, kita bisa dibuat supaya membenci orang tua kita, teman kita, sahabat kita, guru kita, bahkan dengan pencipta kita yaitu Allah SWT. Lalu setelah itu kita akan dibuat putus asa. Harapan kita hancur dan satu-satunya yang bisa mendengar kita adalah setan. Percayalah pikiran seperti itu salah! seandainya memang ada teman kita, orang tua, sahabat membenci kita, itu bukan benci tapi mereka sedang melatih kita supaya kita menjadi manusia yang kuat. Karena setiap perangkap setan ada levelnya. Kalau di level pertama kita sudah menjadi kuat maka kita akan bisa lanjut ke level berikutnya. Tapi kalau di level pertama kita sudah jatuh, maka dengan mudahnya setan mengajak kita untuk mengakhiri hidup kita.
Seburuk-buruknya hidup kalian di dunia ini kalian sangat berarti buat orang lain. Serugi-ruginya kalian hidup di dunia, masih banyak orang yang membutuhkan kalian. Gue juga bukan mengajarkan buat kalian untuk tidak egois. Karena pada dasarnya manusia itu egois. Egois disini dalam arti positif bahwa manusia ingin maju, manusia ingin lebih baik dari hidup sebelumnya, manusia ingin mandiri. Karena hidup kita memang bukan hanya untuk kita sendiri tapi juga buat orang lain. Gue setuju kalau ada yang bilang kalau kita bisa membuat orang lain bahagia maka kita pun akan bahagia.
Kalian jangan takut untuk berjalan dalam hal apapun itu, pekerjaankah, cinta, dan yang lainnya seandainya di tengah jalan kalian tertusuk duri, duri itu mungkin menyakiti kaki kalian tapi kalian jadi tahu bahwa duri itu bisa menyebabkan kita jadi sakit. Kita akan lebih berhati-hati lagi dalam berjalan. kalau pun kalian ga tahu duri itu ada dimana, ga perlu mencari duri itu dimana, seandainya jalan kita salah maka otomatis duri itu akan menancap di kaki kita tapi apabila jalan kita benar dan diridhoi-Nya maka kaki kita akan tetap mulus tanpa luka sedikitpun. Terus bagaimana kalau setiap kita jalan selalu tertusuk duri, jangan takut karena kaki kita diciptakan dari bahan yang tahan terhadap duri manapun. Kecuali kalau kita menganggap duri itu bisa menembus kaki kita maka kaki kita ga bisa digunakan untuk berjalan lagi. maka berpikirlah duri itu tidak sampai menembus kaki kita. Memang membuat sakit tapi kalau ga sampai tembus bukankah kita masih bisa berjalan lagi apalagi hanya tergores..
Balik dari pembahasan diatas bagaimana caranya supaya tidak mendramatisir masalah. Kita akan bilang kita ga mendramatisir masalah kok cuman dianya aja yang nyakitin kita otomatis kita jadi sedih, otomatis kita jadi melawan meskipun orang itu adalah orang tua kita, sahabat kita, teman kita. Gue juga ga menyalahkan kalau kita sedih karena disakiti tapi Gue pernah baca nabi menganjurkan kita boleh sedih tapi jangan sampai berlarut-larut. Secara logika juga ada benarnya air mata kita doang yang jadi kering tapi orang yang menyakiti hati kita mereka ga peduli dengan air mata kita, betul kan??jadi percuma juga kalau sampai berlarut-larut. Begitu pula dengan kalau kita lawan dengan tenaga, kalau kita jago bela diri nah kalau dianya yang lebih jago kitanya babak belur, masuk rumah sakit dianya mah sehat wal-afiat. Kita sadar diri aja kalau memang itu bukan jalan kita. Bukan pasrah tapi seperti yang ada diatas yang rugi kita sendiri. Memang rasanya puas bisa nonjok orang tapi udahannya tangan kita sakit, hati kita juga masih sakit. Yah ruginya jadi dua dong. Tapi memang susah sih…he..he..he..(belajar.. )mungkin kalau dari dulu kerjaan gue nonjok orang gue ga bakalan bisa nulis blog ini..ha..ha..ha..gimana gak tangan jadi segede tales bogor malahan bisa lebih gede lagi kali..(mudah-mudahan hal ini bisa gue pertahankan terus karena gatel juga nih tangan..ha…ha…ha..).
Ya itulah kalau kita udah masuk perangkapnya..emang lo..lo..pada mau disamain ama tikus yang gampang banget masuk perangkap cuman digantungin ikan asin..ga kan..enak aje lo kan bukan tikus, ya ga nyet..ha..ha..ha..
Cara yang paling ampuh adalah berpikir positif, karena kalau kita berfikir positif maka hasilnya pun positif seperti ilmu logika Benar ketemu benar maka hasilnya benar kan?? dan satu lagi belajar jadi orang cuek..bukan berarti ga peduli sama orang lain tapi kalau ada yang jelek-jelekin kita (maaf kalau ada yang tersinggung karena merasa jelek..ha..ha..ha) cuekin aje entar juga bibirnya jadi dower..ha..ha..ha..
Ya cukup sekian dulu, kasih masukan ke gue ye kalo gue ade saleh-saleh kate karena yang bener itu datang-Nya cuman dari Allah bukan dari gue..gue juga harus banyak belajar..
Wassalam