Antara Raja dan Punggawanya
July 16, 2008 by untouch
Di sebuah negeri Antah berantah. Suatu ketika seorang raja sedang duduk di singgasananya. ia memanggil punggawanya. Si punggawa datang menghampiri. "Ada perlu apakah baginda memanggil saya?".
Baginda lalu berkata,"Kamu duduk disini dan dan saya duduk di bawah seperti kamu".
"Jangan baginda, saya tidak pantas duduk disinggasana itu", jawab sang punggawa.
"Kalau kamu tidak mau, kepala kamu akan saya penggal",tegas baginda.
"Ampun baginda, kepala saya jangan dipenggal. Saya masih punya anak istri yang harus saya nafkahi".
"Ya sudah turuti saja apa perintah saya!"
"Baiklah",jawab si punggawa itu merasa bersalah.
Baginda lalu berkata lagi,"Tukar pakaian kita".
"Ha!Baginda tidak salah ucap. Pakaian Baginda adalah pakaian kebesaran yang hanya boleh dipakai Petinggi kerajaan seperti baginda."ujar sang punggawa gemetar.
"Kamu sudah mulai berani membantah perintah saya!",kata baginda dengan nada tinggi.
"Baik..baik..baginda".Lalu si punggawa melepas pakaiannya.
Akhirnya baginda dan si punggawa sudah bertukar posisi. Si punggawa sudah menjadi raja dan baginda menjadi punggawanya.
"Bagaimana perasaan kamu memakai pakaian kebesaranku, hai punggawa?",tanya baginda.
"Saya merasa dunia ini ada di genggaman saya."
"Lalu apa lagi?"
"Saya merasa bangga, terhormat, dan paling hebat."
"Hmm.Perasaan itu juga ada pada saya",ujar sang baginda.
"Bagaimana saya bisa merasakan kesusahan rakyatku kalau saya masih tetap memakai pakaian kebesaranku itu."
"Bagaimana saya bisa menghargai orang lain kalau saya merasa paling hebat dan bisa menguasai orang lain dengan pakaian kebesaranku itu."
"Mulai sekarang saya akan tidak akan memakai pakaian kebesaran yang menutup mata saya, yang membungkam mulut orang lain, dan yang membekukan otak saya bahwa masih banyak orang yang lebih hebat dan lebih tinggi dari saya."
Akhirnya sang baginda tidak pernah memakai pakaian kebesarannya. Pakaian kebesarannya ditukar dengan pakaian biasa yang tidak terbuat dari emas dan permata. Negeri yang dipimpin beliau menjadi negeri yang subur dan menjadikan rakyatnya saling menghargai antar sesama.
Untouch mainded